• Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum

    Etiam tincidunt lobortis massa et tincidunt. Vivamus commodo feugiat turpis, in pulvinar felis elementum vel. Vivamus mollis tempus odio, ac imperdiet enim adipiscing non. Nunc iaculis sapien at felis posuere at posuere massa pellentesque. Suspendisse a viverra tellus. Nam ut arcu et leo rutrum porttitor. Integer ut nulla eu magna adipiscing ornare. Vestibulum quis diam velit, vitae euismod ipsum? Quisque ...

  • Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin

    Proin ac leo eget nibh interdum egestas? Aliquam vel dolor vitae dui tempor sollicitudin! Integer sollicitudin, justo non posuere condimentum, mauris libero imperdiet urna, a porttitor metus lorem ac arcu. Curabitur sem nulla, rutrum ut elementum at, malesuada quis nisl. Suspendisse potenti. In rhoncus ipsum convallis mauris adipiscing aliquam. Etiam quis dolor sed orci vestibulum venenatis auctor non ligula. Nulla ...

  • Nam ullamcorper iaculis erat eget suscipit.

    Etiam ultrices felis sed ante tincidunt pharetra. Morbi sit amet orci at lorem tincidunt viverra. Donec varius posuere leo et iaculis. Pellentesque ultricies, ante at dignissim rutrum, nisi enim tempor leo, id iaculis sapien risus quis neque. Ut sed mauris sit amet eros tincidunt adipiscing eu vitae lectus. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos ...

Article of the Day

Archive for 2010


MENDAPATKAN PEKERJAAN: SULIT ATAU TIDAK SIAP?



Banyak pencari kerja mengeluh sulit mendapatkan pekerjaan. Tidak terlalu mengherankan. Faktanya, jumlah pencari kerja memang jauh lebih banyak daripada lowongan yang tersedia. 
 
Tetapi tahukah Anda, di lain pihak banyak perusahaan juga mengeluh sulit mendapatkan tenaga kerja, bukan hanya dalam mendapatkan kandidat yang sudah berpengalaman melainkan juga yang baru lulus. Begitu sulitnya menemukan kandidat, walaupun mungkin di luar sana ada banyak pencari kerja yang sebetulnya sesuai dan juga sedang mengidamkan pekerjaan yang bersangkutan. 
 
Para pencari kerja kadang sulit mendapatkan pekerjaan yang baik bukan hanya semata-mata karena lowongan yang terbatas atau tidak ada kesesuaian kompetensi, melainkan juga karena KETIDAKSIAPAN dan HAMBATAN yang mungkin tanpa sengaja mereka ciptakan sendiri. Apa saja yang termasuk di dalamnya? 

1.      Nomor telepon yang dicantumkan pada resume sudah berubah, tidak aktif atau sulit dihubungi. 
 2.     Tidak tampil baik dan tidak bisa meyakinkan HRD pada saat wawancara: 
·   ·                    tidak bersemangat 
·   ·                    tidak punya gambaran tentang posisi yang dilamar dan perusahaan yang dituju 
·   ·                    tidak mampu menunjukkan sikap yang profesional dalam menjawab dan  mengajukan pertanyaan 
·   ·                    tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik 
·   ·                    tidak mampu mempresentasikan diri dengan baik (tidak mengenali diri sendiri; tidak tahu kekuatan dan ketrampilan diri sendiri, tidak punya target karir atau tujuan hidup yang jelas, tidak mengenakan busana yang pantas, dsb.) 
·     ·                     datang terlambat 
·     ·                     tidak membawa dokumen yang diminta 
·     ·                     tidak bisa mengisi formulir pendaftaran karyawan baru dengan baik 
  3.  Tidak datang ketika dipanggil wawancara tanpa penjelasan 
  4.  Tidak bisa membuat resume yang menarik dan terkini 
  5.  Tidak fokus dan tekun dalam mencari dan melamar pekerjaan 

Sesungguhnya, suatu kompetisi tidaklah sedemikian berat dan mengerikan. Bagi mereka yang betul-betul siap “bertarung” kompetisi selalu menyediakan kesempatan dan pintu yang lebih lapang pada bagian akhirnya. Kesempatan untuk berhasil bisa ditingkatkan dengan mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dan menyingkirkan semua hambatan yang menghalangi jalan menuju kemenangan.


BEDAKAN DIRI ANDA



Yang paling utama dari sebuah resume adalah sejauh mana latar belakang pendidikan, pengalaman dan ketrampilan pencari kerja sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan. Jadi inilah yang harus Anda fokuskan. Adalah penting untuk membuat diri Anda tampak berbeda dengan orang lain. Usahakan agar keunikan dan kekuatan Anda bisa terlihat dari resume Anda. 
 
Langkah pertama adalah mengenal diri sendiri. Lakukan analisa terhadap kekuatan dan kelemahan Anda. Bila sudah bekerja, analisa tersebut harus dikaitkan dengan ”performance” Anda di tempat kerja. Bila perlu, ikuti tes psikologis, minta masukan dari teman dekat atau rekan kerja Anda. 
 
Pada bagian mana Anda bisa membedakan diri? 
1.      Deskripsi tugas dan tanggung jawab. Walaupun mungkin posisi Anda sama persis dengan saingan Anda, tetapi masih mungkin untuk tetap membedakan diri karena tiap perusahaan pasti memiliki tuntutan dan situasi/kondisi yang berbeda 
2.      Ketrampilan yang dikuasai. Misal: pengetahuan pajak, ketrampilan tertentu di bidang teknik, penguasaan program komputer tertentu, interpersonal skill, ketrampilan presentasi, dsb. 
3.      Prestasi Anda, sedapat mungkin dalam suatu standar yang obyektif dan terukur beserta konteksnya. Ini adalah bagian yang paling penting, karena nyaris tidak mungkin ada dua kandidat yang bisa memiliki prestasi dengan latar belakang yang persis sama. 

Rumuskan ketiga hal tersebut menjadi suatu kesatuan yang sinergis agar resume Anda bisa terlihat unik dan HRD tertarik untuk memproses Anda lebih lanjut. 
 
Contoh : 
1.     Bila Anda baru lulus tanpa pengalaman kerja. Kalau hanya mencantumkan IPK atau ketrampilan teknis yang dikuasai, mungkin di atas kertas Anda akan tampak sama dengan ratusan orang lain lulusan fakultas serupa dengan IPK yang kurang lebih sama. Jadi, bedakan diri Anda dan tunjukkan nilai tambah Anda dengan mencantumkan tugas dan prestasi Anda di organisasi misalnya. Atau kemampuan Anda untuk tetap mendapatkan IPK yang tinggi di sela-sela berbagai kerja serabutan yang Anda lakukan untuk mendapatkan biaya kuliah tambahan. 
2.     Bila Anda sudah bekerja, katakan sebagai Sales Manager. Cantumkan prestasi angka penjualan yang berhasil diraih, beserta konteksnya sekaligus. Mencapai angka penjualan produk yang tinggi ketika ”pasar” sedang lesu tentunya lebih bernilai daripada menjual di saat ”booming”. 

Jadi, silakan telaah diri Anda kembali atau lakukan kilas balik karir Anda. Temukan dan rumuskan hal menarik yang dapat dicantumkan dalam resume Anda, sehingga daya saing Anda meningkat. Ingat, bahwa setiap individu adalah unik dan tugas Anda adalah menampilkan keunikan tersebut sebagai kekuatan Anda. 


KREATIF MERANGKAI KATA DALAM RESUME

 
Tantangan utama dalam membuat resume yang ”menjual” adalah bagaimana membuatnya bisa menggambarkan kekuatan dan keunikan diri Anda secara benar (tidak bohong), sebisa mungkin dalam 2 MENIT PERTAMA. Apa rahasianya? Salah satunya adalah dengan penggunaan kalimat yang berbobot serta kata-kata yang berkarakter. 
 
Seperti halnya seorang penyair yang cermat dalam memilih kata-kata yang akan digunakannya untuk mengungkapkan perasaaan dan gagasan / pikirannya, begitu juga seharusnya Anda ketika membuat resume. Beri perhatian besar khususnya pada bagian deskripsi tugas Anda. Ada tugas-tugas yang sebetulnya sederhana, umum dan biasa-biasa saja, tetapi bila dirumuskan dengan kalimat lain akan menimbulkan kesan yang sangat berbeda. 
 
Contoh :
Seorang Quality Qontrol Staff di perusahaan konstruksi menulis tugasnya dengan menggunakan satu kalimat berikut : 
“Melakukan pengecekan pada pekerjaan konstruksi yang sedang dilakukan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.”
Dengan penulisan seperti itu, tugas si Quality Control Staff terkesan biasa dan umum dilakukan oleh semua Quality Control Staff di bidang yang sama di manapun juga. 
 
Bandingkan dengan perumusan berikut ini : 
1.      Memastikan agar pekerjaan konstruksi digarap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan selesai tepat waktu. 
2.      Merencanakan jadwal pengecekan secara berkala dan inspeksi mendadak. 
3.      Melakukan analisa terhadap kegagalan pemenuhan standar dan merekomendasikan penyelesaian masalah yang tepat. 
4.      Berkoordinasi dengan departemen terkait untuk menciptakan sistem yang dapat mencegah penyimpangan atau penurunan kualitas pekerjaan. 

Perhatikan penggunaan kata ”Melakukan” pada rumusan pertama. Bandingkan dengan penggunaan kata ”Memastikan” pada rumusan kedua yang terkesan lebih berkarakter karena mencerminkan sesuatu yang dilakukan dengan usaha lebih keras. 
 
Kalimat yang digunakan dalam perumusan kedua juga lebih efektif. Secara singkat bisa menggambarkan hal-hal yang lebih berbobot dan menimbulkan kesan : 
1.      Tugasnya kelihatan lebih berbobot dan beragam. 
2.      Yang bersangkutan terbiasa untuk : fokus pada target, bekerja dengan perencanaan, dan dengan tim. 
3.      Yang bersangkutan mengembangkan ketrampilan berpikir analitis dan ketrampilan pemecahan masalah. 

Jadi, kembangkan kreativitas Anda. Rumuskan tugas-tugas Anda dengan kalimat-kalimat yang berbobot dan kata-kata yang berkarakter secara singkat dan jelas. Jangan pernah kehabisan akal dalam membuat resume yang menarik! 

www.kutukutubuku.com