ETIKA MELAMAR PEKERJAAN SECARA ONLINE |
Kita pantas bergembira atas penemuan teknologi internet. Banyak penghematan dan kemudahan yang telah dihasilkan dengan pemanfaatan teknologi ini, termasuk diantaranya dalam memudahkan pencari kerja melamar pekerjaan. Tetapi tentunya kemudahan ini tidak serta-merta berarti Anda boleh mengabaikan etika dalam melamar pekerjaan. Ada beberapa hal menyangkut etika yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1. Jangan melamar ke perusahaan yang sama berulang-ulang untuk posisi yang sama, apalagi bila iklan lowongan yang sama ditayangkan dalam waktu yang cukup berdekatan atau hanyadalam hitungan bulan saja. 2. Bila Anda melamar ke perusahaan yang sama untuk posisi yang berbeda, pastikan posisi yang Anda lamar tidak lebih dari dua, dan bidang-bidang tersebut tidak bertentangan atau bertolak belakang satu sama lain. Misalnya : Anda melamar untuk posisi Marketing dan Accounting. 3. Bila kualifikasi diri Anda berbeda jauh sekali dengan yang diharapkan oleh perusahaan, dan Anda tetap ingin melamar maka sebaiknya Anda memberikan data-data dan alasan yang masuk akal mengapa Anda layak dipertimbangkan. 4. Bila Anda mendapatkan panggilan wawancara, manfaatkan dengan baik kesempatan berharga ini dengan menghadiri undangan tersebut. Siapa tahu ada peluang karir menarik di luar yang Anda sangka. Apalagi bila Anda sudah menyatakan kesanggupan untuk menghadirinya. Bila Anda ternyata tidak tertarik pada perusahaan yang bersangkutan atau posisi yang ditawarkan, nyatakan penolakan Anda dengan sopan dengan mengajukan alasan yang masuk akal secara diplomatis tanpa harus menyatakan keadaan yang sesungguhnya. Bila ada halangan tiba-tiba pada hari H, hubungi kembali HRD yang bersangkutan dan buat jadwal wawancara baru. 5. Pikirkan dengan seksama bila Anda melamar ke perusahaan yang letaknya berlainan kota atau sangat jauh dari tempat tinggal Anda. Anda harus memastikan diri siap untuk menghadiri wawancara di kantor yang bersangkutan. Bila Anda merasa keberatan untuk pergi ke tempat itu, baik untuk panggilan wawancara maupun untuk menetap setelah diterima bekerja, maka sebaiknya urungkan niat Anda untuk mengajukan lamaran ke perusahaan tersebut. |




